AKSI NYATA 3.3.a. 10 – PENGEMBANGAN LITERASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA, MENULIS DAN BERKOMUNIKASI DI SMP NEGERI 11 MALANG

By | 16/07/2022

Oleh: Nurul Qomariyah, S.Pd.I, M.Pd.

CGP Kota Malang, Angkatan 4

Peristiwa (Fact)

            Pendidikan yang terus berkembang menuntut kesesuaian antara kondisi alam dan zaman. Pendidikan pasca pandemi Covid-19, mengalami perubahan. Semula pembelajaran secara klasikal hanya terbatas di kelas, kemudian beralih ruang kelas tanpa batas kelas dan waktu, yaitu melalui aplikasi pendukung pembelajaran jarak jauh (zoom, G-meet, webex dan video conference lainnya). apabila guru dan murid tidak cepat beradaptasi dengan perubahan tersebut, bisa dipastikan murid dan guru tersebut akan mengalami ketertinggalan

            Selama Pandemi Covid-19 berlangsung, telah memberikan gambaran kepada kita atas kelangsungan dunia pendidikan di masa mendatang melalui bantuan teknologi. Teknologi sangat berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan.  Berbagai kegiatan akademik berupa proses pembelajaran maupun kegiatan non akademik perlu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pendukung, begitu pula dengan program literasi di Sekolah. Program literasi di sekolah perlu dikembangkan menyesuaikan perkembangan zaman.

            Program literasi di sekolah perlu dikembangkan menuju literasi digital, karena perkembangan zaman menuntut inovasi teknologi untuk menarik minat murid dalam membaca, menulis dan berkomunikasi. Saat dilaksanakan survey secara terbuka kepada murid dalam rangka menggali Voice (suara), choice (pilihan) dan ownership (kepemilikan), mayoritas murid berharap kegiatan Literasi di sekolah lebih ditingkatkan dari segi pelaksanaan semula audio menuju audio visual, membaca buku teks menuju sumber digital (E-learning, E-book, Ipusnas, website), digitalisasi perpustakaan dan sebagainya.

            Berdasarkan pada latar belakang ini, maka disusunlah aksi Nyata modul 3.3 Pengembangan Literasi Digital untuk meningkatkan keterampilan, membaca, menulis dan berkomunikasi bagi murid SMP Negeri 11 Malang.

Kegiatan pengembangan Literasi Digital ini dilaksanakan setiap pekan dua kali (Literasi Religi dan Literasi Informasi/Pembelajaran/Umum). Hal yang mendasari pentingnya Aksi nyata ini dilaksanakan adalah kemampuan membaca, menulis dan berkomunikasi menjadi lebih baik, meningkatkan nalar kritis, kreatif dan mandiri (Profil Pelajar Pancasila).

Berikut Pelaksanaan Aksi Nyata

  1. Perencanaan
    a. Melaksanakan survey kepada murid terkait tipe Literasi yang diminati
    b. Jajak Pendapat kepada murid dan rekan guru
    c. Koordinasi Tim Literasi
    d. Konsultasi kepada kepala sekolah
    e. Menyediakan sumber digital untuk kegiatan Literasi
  2. Pelaksanaan
    a. Kegiatan dilaksanakan dalam sepekan dua kali yaitu:
    – Literasi Religi
    – Literasi Informasi/Pembelajaran/Umum
    – Sumber Literasi memanfaatkan
    – Al-Quran Digital
    – Ipusnas
    – E-Modul
    – Website
    – E-book
  3. Hasil Aksi Nyata
    a. Murid memiliki semangat dan aktif memanfaatkan sumber bacaan digital
    b .Murid mampu memahami bacaan, menuliskan kesimpulan dan mengkomunikasikan kepada teman sekelas
    c. Murid mulai mampu berpikir kritis
    d. Murid mulai kreatif
    e. Murid mulai mandiri dalam memilah informasi.

Dengan pelaksanaan aksi nyata ini, berkembang kepemimpinan murid SMP Negeri 11 Malang, sebagai pendukung terwujudkan profil pelajar Pancasila.

B. PERASAAN (FEELING)

Perasaan ketika merencanakan, dan melaksanakan Aksi Nyata ini adalah rasa bahagia dan senang ketika mampu menerapkan kegiatan yang sesuai dengan keinginan murid dalam mengembangkan program sekolah yang berpihak pada murid. Literasi digital ini  mengakomodasi suara, pilihan dan kepemilikan murid. Mulai perencaan hingga pelaksanaan. Ternyata dengan memperhatikan suara mereka, keefektifan pelaksanaan kegiatan menjadi lebih maksimal dan hasilnya lebih baik.

C. PEMBELAJARAN (FINDING)

Pembelajaran yang saya peroleh dari pelaksanaan aksi nyata Literasi Digital ini adalah apabila program/ kegiatan dilaksanakan berdasarkan suara,  pilihan dan kepemilikan murid maka program tersebut akan berjalan optimal, Selain itu, Pembelajaran yang di dapatkan dari aksi nyata adalah terwujudnya kepemimpinan murid, daya nalar kritis, kreatif, dan mandiri dan semoga aksi nyata ini mampu mewujudkan profil  pelajar pancasila.

D. PENERAPAN KEDEPAN (FUTURE)

Aksi Nyata ini secara bertahap akan saya kembangkan pada program dan kegiatan sekolah lainnya baik dalam lingkup akademik maupun non-Akademik. Sehingga kepemimpinan murid dapat terwujud, dan menjadi penting melibatkan suara (voice), pilihan (choice) dan kepemilikan Murid (ownership) dalam penyusunan program di sekolah yang berdampak pada murid.

Leave a Reply

Your email address will not be published.