
SMP Negeri 11 Malang kembali menyelenggarakan kegiatan Pondok Ramadan dengan tema “Ramadan 2026: Membangun Generasi Emas dengan Karakter Rabbani dan Akhlak Qur’ani”. Kegiatan ini berlangsung pada Senin hingga Jumat (2–6/3) yang diikuti oleh seluruh siswa SMP Negeri 11 Malang dengan jadwal berbeda antara putra maupun putri.
Berfokus pada tema Pondok Ramadan tahun ini, SMP Negeri 11 Malang bekerja sama kembali dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk menghadirkan 11 pemateri. Enam pemateri putra dan lima pemateri putri, yang secara keseluruhan merupakan pengurus ma’had yang telah berpengalaman lama dalam bidang dakwah.
Materi disusun berdasarkan buku Pondok Ramadan terbitan MGMP PAI Kota Malang. Enam materi utama disampaikan tiga materi per hari. Materi tersebut meliputi pembahasan tentang Al-Qur’an sebagai petunjuk, pentingnya salat, membersihkan ‘sampah’ spiritual dan mental, pengetahuan tentang media sosial, cara upgrade diri menuju versi terbaik, serta upaya menghindari sikap toxic dan drama dalam pergaulan. Kegiatan penyampaian materi dilakukan pada kelas-kelas yang telah ditentukan. Selain penyampaian materi, sekolah juga memfasilitasi kegiatan sedekah, infak, serta praktik zakat fitrah menggunakan beras.

Siswa putra mengikuti kegiatan pada hari Senin dan Rabu, sedangkan siswa putri pada hari Selasa dan Kamis. Kegiatan diawali pukul 07.30 WIB dengan agenda salat dhuha dan tadarus, dilanjutkan dengan presensi dan materi hingga pukul 11.10WIB. Kegiatan diakhiri dengan penyaluran ZIS (Zakat, Infak, Sedekah), salat zuhur berjamaah, dan muraja’ah. Puncak kegiatan Pondok Ramadan berlangsung pada Jumat, 06 Maret 2026, dengan agenda berbagi takjil dan buka bersama di lingkungan sekolah.
Salah satu siswa SMP Negeri 11 Malang bernama Iqbal kelas VIIB, menyampaikan, “Materi yang diberikan cukup menarik dan bermanfaat.” Ia menilai bahwa para pemateri mampu menyampaikan materi dengan cara yang menyenangkan sehingga mudah dipahami oleh para siswa.
Ketua Pelaksana Pondok Ramadan, Laily Mas’udah, S.PdI., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman spiritual yang utuh kepada siswa. “Di dua hari pertama, siswa mendapatkan ilmu, hikmah, diskusi, pengalaman, serta praktik ibadah. Puncak kegiatan kami wujudkan melalui aksi berbagi takjil sebagai bentuk kepedulian sosial yang nyata,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap para siswa-siswi SMP Negeri 11 Malang tidak hanya memahami materi keagamaan secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan sikap peduli dan berakhlak mulia. Selain itu, sekolah berharap kegiatan Pondok Ramadan ini digunakan sebagai sarana merajut kebaikan terhadap sesama baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat.
