Menangani Siswa Benci Guru

By | 26/09/2013

guruMurid tidak menyukai guru tertentu sering terjadi di lingkungan sekolah yang menyebabkan murid enggan mempelajari materi yang diajarkan. Walaupun murid sebenarnya menyukai pelajaran itu.  Tanda-tanda murid membenci Guru yang paling menonjol adalah murid malas mendengarkan penjelasan guru, enggan mengikuti pelajaran, malas mengerjakan tugas yang diberikan, memperlihatkan emosi yang tidak stabil, kadang meledak-ledak bahkan komentar dan kritik yang tajam yang akhirnya mengakibatkan semangat belajar menurun dan prestasi yang buruk. Lambat laun anak mulai malas sekolah.

Perlu diketahui penyebab murid membenci Guru antara lain; guru tidak disiplin; pkasih; masalah penilaian; sikap guru dan perkataan; sikap guru yang cuek dan seenaknya sendiri; hanya mengejar target silabus; dan hanya ingin gaji. Bagaimana penyelesaiannya secepatnya agar masalah tidak berlarut-larut. Masalah ketidaksukaan murid pada guru tidak bisa diacuhkan saja. Perlu adanya penanganan, agar prestasi siswa tidak menurun. Berikut hal-hal yang perlu di terapkan agar guru dicintai oleh anak didiknya

Sikap Sabar.  Bisa jadi materi yang diajarkan benar-benar baru bagi anak, sehingga anak butuh waktu untuk mencerna materi yang diajarkan. Jagan menilai dari kemampuan sendiri. Dengan menggerutu di dalam hati پgkenapa sich kok gak paham-paham? Lama banget mikirnya?پh guru harus menyadari bahwa dirinya telah mempelajari materi itu berulangkali bertahun-tahun bahkan puluhan tahun mendalami materi itu. Sedangkan bagi murid hal itu benar-benar hal yang baru, maka sabar adalah kuncinya.

Menghargai. Hasil ujian yang kurang baik, memang membuat guru kecewa, namun perlu diingat pula murid telah berusaha sekuat tenaga agar pintar. Murid juga tidak ingin mengecewakan guru & orang tua. Murid juga manusia yang mengalami penyesalan karena tidak mendapat nilai bagus. Maka tetap menghargai murid & terus memberi motivasi adalah hal yang diharapkan oleh murid.

Sikap positif. Guru yang suka mengeluhkan murid, memberi julukan kurang baik pada murid, sebenarnya malah membuat anak tertekan. Anak merasa berputus asa jika ia tahu bahwa guru memberi julukan پganak bodohپh.  Guru sebaiknya memberi semangat positif pada anak. Guru yakin anak bisa, murid senang diberi kepercayaan agar bisa, maka anakpun berusaha sekuat tenaga untuk bisa.

Memahami murid. Guru seyogyanya memahami kemampuan murid berbeda-beda dalam penyerapan materi yang di ajarkan. Ada murid yang sekali di beri penjelasan langsung paham dan ada yang butuh berulang kali.

Bersikap terbuka, akrab & ramah. Mampu untuk membuat anak berani menanyakan hal-hal yang kurang di pahaminya. Berbeda dengan guru yang bersikap galak & marah-marah. Tentulah murid takut duluan bahkan sebelum bertanya.

Tidak memihak & pilih kasih. Murid benar-benar tidak suka dengan sikap pilih kasih terhadap serorang anak ataupun kelompok tertentu. Murid menyukai guru yang bersikap kasih pada semua murid. Kenyamanan psikologis yang dirasakan murid membantu murid bersikap baik dalam belajar, menumbuhkan semangat belajar yang baik.

Guru yang baik harus lebih mengutamakan kewajiban daripada terlalu banyak menuntut haknya. Artinya, demi kebaikan masa depan siswa, guru hendaknya tak hanya menyampaikan materi pelajaran, tapi juga memberikan motivasi, serta inspirasi kepada siswa. Untuk mewujudkannya, maka guru harus memiliki kualitas pribadi yang baik meliputi kualitas niat, keyakinan diri, dan simpati.(*)

http://wacana.koranpendidikan.com/view/5088/menangani-siswa-benci-guru.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.