Listrik Mati-Internet Ngadat Bayangi UN Online

By | 26/02/2015

MALANG KOTA- Kesiapan sekolah-sekolah pelaksana UN (ujian nasional) online Kota Malang terus dipantau Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim. Bahkan, kemarin (17/2), Kadisdik Jatim Dr Harun Msi turun gunung untuk memastikan tidak ada persoalan di lapangan.

Ada dua sekolah yang menjadi sasaran sidak (inspeksi mendadak) tersebut. Yakni SMAN 4 dan SMK PGRI 3 Kota Malang. Di dua sekolah ini, Harun mengecek perangkat komputer dan tablet yang akan digunakan UN online. Termasuk kecepatan jaringan internetnya.

Kepada wartawan, Harun mengatakan, karena UN online baru dilaksanakan tahun ini, sekolah harus mempersiapkan semuanya dengan maksimal. ”Dari hasil penilaian kami di dua sekolah tadi, semuanya sudah siap menyelenggarakan UN online,” ujarnya saat berada di SMK PGRI 3. Di sekolah itu Harun ditemani Kadisdik Kota Malang Zubaidah dan Kepala Sekolah SMK PGRI 3 M Lukman Hakim.

Agar persiapan lebih maksimal, menurut Harun, yang perlu dilakukan adalah mengantisipasi segala kemungkinan saat UN online berlangsung. Misalnya mengantisipasi listrik mati dan internet ngadat. Karena itu juga, dia mewajibkan sekolah mempunyai genset dan memakai kapasitas internet melebihi batas minimal yang ditentukan oleh pemerintah. ”Memang pemerintah sudah berkoordinasi dengan PLN (Perusahaan Listrik Negara). Tapi agar tidak berisiko, sekolah wajib punya genset,” imbuhnya.

Dan menurutnya, 114 sekolah di Jatim yang menyatakan kesiapannya ikut UN online sejauh ini tidak terkendala apa pun, termasuk 29 sekolah di Malang. ”Kesiapannya sama, tapi Surabaya dan Malang menjadi perhatian karena merupakan kota besar dan kota pelajar,” urainya.

Terkait sekolah lain yang belum ikut UN online, kata Harun, tidak perlu memaksakan diri. Karena tahun ini baru percobaan dan akan digelar bertahap hingga 2020.

Dalam kesempatan itu, Harun juga menawarkan kepada sekolah tentang teknis soal online. Menurut dia, berdasarkan edaran Kemendikbud, ada dua teknis soal UN online ada (tiba) di server sekolah. Pertama, pas hari H, dan kedua dua hari sebelum UN. ”Untuk yang kedua ini, meski sudah tiba dua hari sebelum UN, tapi ada password khusus sehingga tidak mungkin bocor,” bebernya.

Sementara itu, Kadisdik Kota Malang Zubaidah menambahkan, soal genset sifatnya wajib dan tidak bisa ditawar. ”Meski begitu, kami akan tetap menyurati PLN agar tidak ada pemadaman listrik,” kata dia. ”Kalau secara umum, 29 sekolah sudah siap semua,” pungkasnya.

Soal mekanisme soal-soal UN online tiba, Ida-sapaan akrab Zubaidah mengaku belum bisa memutuskan. Namun, sekolah-sekolah mulai ada yang mengusulkan. Salah satunya SMK PGRI 3 yang meminta soal UN online tiba H-2. (riq/c1/nen)

Leave a Reply

Your email address will not be published.