Kemdikbud segera Revisi Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas VII SMP

By | 04/09/2013

mendikbud-bawa-bukuJakarta — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) segera merevisi buku teks pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Kurikulum 2013 yang telah beredar. Hal ini menyusul adanya aspirasi dari masyarakat terhadap isi dari buku tersebut. Revisi ini bagian dari evaluasi yang diterapkan bersamaan dengan implementasi Kurikulum 2013.

Demikian Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim di ruang kerjanya, Jakarta, Senin (2/09/2013).

“Semua buku yang ditulis kita kendalikan. Baik dari segi substansi, bahasa, ilustrasi, dan pencetakan. Tetapi sebagai manusia tentu kita menyadari juga punya keterbatasan. Untuk itu kita ada program evaluasi. Jangan dikatakan evaluasi buku itu karena (kejadian) ini,” kata Musliar.

Musliar menyampaikan, sinyal adanya evaluasi ini dapat dilihat pada bagian disklaimer halaman ii. Disebutkan, buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki,diperbarui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini. “Kita imbau kepada siapa saja yang membaca buku itu jika ada kelemahan dapat disampaikan ke kita,” kata Musliar.

Pada bagian lampiran buku tersebut terdapat kutipan  dari kumpulan cerpen Gerhana yang ditulis oleh Muhammad Ali. Di dalamnya terdapat kata-kata yang dianggap kurang pantas untuk disampaikan kepada peserta didik. Sebuah media daring memberitakan, buku ini beredar di SMP wilayah Garut, Jawa Barat.

Menurut Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Mahsun, karya itu sudah lama beredar secara nasional karena diterbitkan oleh penerbit nasional yaitu Pustaka Utama Grafiti tahun 1996. Karya itu, kata dia, bukan merupakan bagian yang dijadikan contoh pembahasan materi yang berhubungan dengan kompetensi dasar pada substansi buku yang ditulis oleh Kemdikbud.

Melainkan hanya sebagai contoh unt latihan lebih lanjut yg ditempatkan pada lampiran. “Sesungguhnya dapat tidak digunakan karena guru dapat saja menugasi siswa untuk mencari cerita pendek sejenis yang pesannya relatif sama,” katanya.

Musliar menyatakan, sejak implementasi Kurikulum 2013 pada Juli lalu pihaknya juga telah menerima berbagai masukan untuk perbaikan ke depannya. “Ada (masukan terhadap) buku-buku yang berasal dari pendidikan dasar,” katanya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published.